Sabtu, 17 Maret 2012

SYEIKH TOLHAH BIN THOLABUDDIN

Lahir di Desa Trusmi, kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon diperkirakan tahun 1825. Ayahnya bernama KH. Tolabuddin, lahir di Desa Trusmi putera dari KH. Radpuddin keturunan Pangeran Trusmi putera Sunan Gunungjati.

Mengikuti pendidikan agama, diawali di Pesantren Rancang (pesantren ayahnya), kemudian melanjutkan ke Pesantren Ciwaringin (semuanya masih diwilayah Kabupaten Cirebon) kemudian melanjutkan ke Pesantren Lirboyo di Ponorogo-Jawa Timur, kemudian meneruskan di Gresik-Jawa Timur, dari Gresik pulang dahulu mengajar di Pesantren Rancang membantu ayahnya.

Selanjutnya pergi menunaikan ibadah Haji dan terus mukim di Mekkah, mempelajari Tasawuf dan Thoriqoh dari Syekh Ahmad Khatib Sambas Ibn. Abdul Gaffar khusus tentang Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) hingga mencapai kedudukan sebagai wakil Talqin dan membantu Syekh Ahamad Khatib Sambas beberapa waktu lamanya.

Diperkirakan tahun 1873 kembali dari Mekah mengajar di Pesantren Rancang.
Sekitar tahun 1876 mendirikan pesantren di Begong, Desa Kalisapu, Kabupaten Cirebon.

Ditangkap oleh aparat keamanan colonial Belanda di Cirebon sekitar tahun 1889 atas tuduhan menghina Ratu Belanda dan mempersiapkan perlawanan pemerintah kolonial Belanda.

Berangkat ke Mekah untuk kedua kalinya, kembali dari Mekah berhenti beberapa waktu lamanya di Singapura kerena kapalnya rusak. Sempat memberi pelajaran tentang TQN di Singapura.

Dari pernikahan dengan isteri-isterinya dikaruniai anak 18 laki-laki, 8 perempuan dan punya cucu 69 orang (sebagian kecil masih hidup)

Menjadi penasehat dan pembimbing keagamaan di Kesultanan Kasepuhan Cirebon, Bupati Kuningan 1892 dan bagi para pejabat tinggi pemerintahan dan para bangsawan di Cirebon.

Meniggal dunia tahun 1935 dimakamkan di komplek pemakaman Gunung Jati.


NASAB SYEIKH THOLHAH :

K. THOLHAH (Pangeran Kusumawijaya), bin
K. Tholabuddin (Pangeran Adhikarya), bin
K. Sa’iduddin (Pangeran Ratnakusuma), bin
K. Saifuddin (Pangeran Adhisurya), bin
K. Asasuddin (Pangeran Suryadilaga), bin
K. Nuruddin (Pangeran Ratnawi Suryadikusuma), bin
K. Sirojuddin (Pangeran Sucaya Suryadibrata), bin
K. Mawlana Wilayatullah (Pangeran Jayalelana Mangkurat), bin
Mawlana Syarif Hidayatullah/Sulthon Mahmud (Sunan Gunung Jati), bin
Amatuddin ( Raja ’Abdullah), bin
al-Imam Nurudzolam, bin
al-Imam Jamaluddin al-Huseyn, bin
al-Sayyid Ahmad Syah Jalal, bin
al-Amir ’Abdullah ’Adzomah Khan, bin
al-Imam ’Abdul Malik, bin
al-Sayyid Muhammad Shohib Mirbath, bin
al-Sayyid ’Ali Kholiq Qosim, bin
al-Sayyid ’Alwiy, bin
al-Sayyid Muhammad, bin
al-Sayyid ’Alwiy, bin
al-Imam ’Ubaydillah, bin
al-Imam Ahmad al-Muhajir, bin
al-Imam ’Isa al-Naqib, bin
al-Imam Muhammad al-Naqib, bin
al-Imam ’Ali al-’Aridhiy, bin
al-Imam Ja’far al-Shodiq, bin
al-Imam Muhammad al-Baqir, bin
al-Imam Zaynal ’Abidin, bin
al-Sayyid Huseyn, bin
Sayyidah Fathimah al-Zahro’, bin
Sayyidina Muhammad SAW

6 komentar:

  1. kalau anak keturunan K.Tholhah (pangeran kusuma wijaya) siapa saja ya

    BalasHapus
  2. klw anak keturunan k.Tholhah itu siapa saja ya

    BalasHapus
  3. kalau anak dari syech thollabudin siapa saja ya? nama arab nya. trims

    BalasHapus
  4. Ralat, K Asasudin seharusnya bernama Asarudin.
    Itu yg tertera di silsilah yg ada dirumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
      apakah benar kk punya silsilah keturunan syekh tolhah?
      jika ada boleh kah lain waktu sy untuk dapat melihatnya?

      Hapus