Rabu, 29 Februari 2012

SHOLAT SUNAT ISTIKHOROH

Shalat Istikhoroh adalah shalat sunah untuk memohon petunjuk kepada Allah ketentuan pilihan yang lebih baik diantara dua hal atau lebih yang belum dapat ditentukan, karena terkadang apa yang terlihat oleh manusia itu baik tetapi menurut pandangan Allah buruk, sebaliknya menurut pandangan manusia buruk tetapi sesunguhnya menurut Allah baik.Hanya Allah yang maha tahu dan yang menentukan segala urusan manusia.Dengan beristikharah berarti memohon petunjuk yang lebih baik.Sabda Nabi:"Tidak akan kecewa bagi yang melaksanakan istikharah dan tidak akan menyesal bagi orang yang suka bermusyawarah dan tidak ada kekurangan bagi orang yang suka berhemat"(HR.Thabrani).

Cara Melaksakan Istikhoroh :

Shalat Istikharah tidak mempunyai waktu tertentu, asal dilaksanakan tidak pada waktu yang dilarang sebagaimana diatas.Dilaksanakan secara Munfarid (tidak berjamaah) dua rokaat dan dapat diulangi pada waktu yang lain sampai mendapat petunjuk dari Allah melalui mimpi, petunjuk hati yang kuat atau petunjuk dari orang yang shalih.Semua shalat sunah dapat dijadikan istikharah, seperti; shalat sunah Rawatib, Tahiyyatul masjid, shalat Tahajjud dan sebagainya berdasarkan hadits riwayat Bukhari.Sabda Nabi saw:"Apabila diantara kamu ada yang belum jelas tentang sesuatu maka hendaklah engkau shalat dua rakaat selain shalat yang wajib".

  • Niat didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram
  • "Aku niat shalat sunah Istikharah karena Allah"
  • Membaca doa Iftitah
  • Membaca surat al Fatihah
  • Membaca satu surat didalam al quran.Afdhalnya, rakaat pertama membaca surat al Kafirun dan rakaat kedua membaca surat al Ikhlas. (dilain riwayat ada yang mengkhususkan tiap raka'atnya ayat qursi 1x al-ikhlas 7x)
  • Ruku' sambil membaca Tasbih tiga kali.
  • I'tidal sambil membaca bacaannya
  • Sujud yang pertama dan membaca Tasbih tiga kali
  • Duduk antara dua sujud dan membaca bacaannya
  • Sujud yang kedua dan membaca Tasbih tiga kali.
  • Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali.
Selesai shalat Istikharah bacalah zikir yang mudah dan berdoa utarakan masalah yang akan dipilih, kemudian mohon petunjuk Allah untuk menentukan yang lebih baik.

atau bisa juga dengan membaca sholawat kepada Rasulullah Muhammad saw. Setelah itu, berdoa dengan doa berikut ini:

اللَّهُمَّ إِنيِّ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ اْلعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ, وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ, وَأَنْتَ عَلاَّمُ اْلغُيُوْبِ. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِي فيِ دِيْنيِ وَمَعَاشيِ وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ ليِ وَيَسِّرْهُ ليِ، ثُمَّ بَارِكْ ليِ فِيْهِ. وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ ليِ فيِ دِيْنيِ وَمَعَاشيِ وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنيِّ وَاصْرِفْنيِ عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِيَ اْلخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنيِ بِهِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepa-da-Mu dengan ilmu pengetahuan-Mu dan aku mohon kekuasaan-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaan-Mu. Aku mohon kepada-Mu sesuatu dari anugerah-Mu Yang Maha-agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedang aku tidak kua-sa. Engkau mengetahui sedang aku tidak mengetahui dan Eng-kau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (di sini, orang yang mem-punyai hajat hendaknya menyebutkan persoalannya) adalah baik untuk agamaku, kehidupanku, dan akibatnya terhadap diriku, di dunia atau akhirat, maka taqdirkanlah untukku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini berbahaya bagiku dalam agama, kehidupanku dan akibatnya terhadap diriku, maka jauhkanlah persoalan tersebut dariku dan jauhkanlah aku darinya, taqdirkan kebaikan untukku di mana pun ia berada, kemudian berilah kerelaan-Mu kepadaku” (HR. al-Bukhari)


Berbagai sumber :


SHOLAT SUNAT DHUHA

Shalat Dhuha adalah shalat sunah yang dilakukan setelah terbit matahari sampai menjelang masuk waktu zhuhur. Afdhalnya dilakukan pada pagi hari disaat matahari sedang naik ( kira-kira jam 9.00 ). Shalat Dhuha lebih dikenal dengan shalat sunah untuk memohon rizki dari Allah,

Berdasarkan hadits Nabi : " Allah berfirman : Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang ( Shalat Dhuha ) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya " ( HR.Hakim dan Thabrani ).

Cara Melaksakan Shalat Dhuha :

Shalat Dhuha minimal dua rakaat dan maksimal duabelas rakaat, dilakukan secara Munfarid ( tidak berjamaah ), caranya sebagai berikut:

  • Niat didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram
  • "Aku niat shalat sunah Dhuha karena Allah"
  • Membaca doa Iftitah
  • Membaca surat al Fatihah
  • Membaca satu surat didalam Alquran.Afdholnya rakaat pertama surat Asysyams dan rakaat kedua surat Allail
  • Ruku' dan membaca tasbih tiga kali
  • I'tidal dan membaca bacaannya
  • Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali
  • Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaannya
  • Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali
  • Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali. Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh diatas.

Sumber :
http://www.pengobatan.com/khazanah_islamiah/sholat_dhuha.html

SHOLAT SUNAT ISTI'ADAH

بسم الله الرحمن الرحيم


Dikutif dari sebagian Ahli Fudlola, Ulama ilmunya tinggi, tersirat bahwa musibah yang turun di setiap tahun dari Lauhil-Mahfud ke langit dunia adalah pada malam rabu akhir bulan shafar, agar terlindung dari musibah tersebut segeralah berdo'a atau bersedekah, untuk memohon perlindungan.


وَمِنْهُ صَلاَةُ الإِسْتِعاَذَةِ وَهِيَ رَكْعَتاَنِ بَعْدَ صَلاَةِ الضُّحَى يَنْوِي بِهِماَ سُنَّةَ الاِسْتِعاَذَةِ يَقْصِدُ بِهِماَ أَنَّ اللهَ يُعِيْذُهُ مِنْ شَرِّ يَوْمِهِ وَلَيْلَتِهِ يَقْرَأُ فيِ الأُوْلىَ بَعْدَ الفاَتِحَةِ سُوْرَةَ الفَلَقِ وَفيِ الثَّانِيَّةِ بَعْدَ الفاَتِحَةِ سُوْرَةَ النَّاسِ ثُمَّ يَدْعُوْ بِدُعاَءِ الاِسْتِعاَذَةِ


Artinya :
Diantara shalat sunnah ialah shalat Isti’adzah artinya shalat memohon perlindungan, dua raka’at setelah shalat dluha, dengan niat shalat sunnah Isti’adzah, dengan tujuan agar Allah melindunginya dari kejahatan di waktu siang dan malam. Raka’at pertama setelah Fatihah membaca Al-Falaq 1 kali, dan Raka’at kedua setelah Fatihah membaca An-Nas 1 kali. Do’a setelah shalatnya :

Niat shalat Sunnah Isti’adzah 2 raka’at ;

أُصَلِّى سُنَّةَ الإِسْتِعاَذَةَ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ القِبْلَةِ أَداَءً ِللهِ تَعاَلىَ

“Saya niat shalat sunnah Isti’adzah dua raka’at menghadap kiblat, tunai karena Allah”

Kemudian membaca do’a berikut :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحيِمْ ِالحَمْدُ ِللهِ رَبِّ العاَلَمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِيِّ وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ أَللَّـهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ خَلِيْلٍ ماَكِرٍ عَيْناَهُ تَرْياَنِيْ وَقَلْبُهُ يَرْعاَنِيْ إِنْ رَأَىْ حَسَنَةً دَفَنَهاَ وَإِنْ رَأَىْ سَيِّئَةً أَذاَعَهاَ , أَللَّـهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ يَوْمِ السُّوْءِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ لَيْلَةِ السُّوْءِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ ساَعَةِ السُّوْءِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ صاَحِبِ السُّوْءِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ جاَرِ السُّوْءِ فيِ داَرِ المَقاَمِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Artinya :
Dengan menyebut nama Allah Yang maha Pengasih dan penyayang, Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Semoga Allah limpahkan rahmat dan salam kepada penghulu kita Nabi Muhammad yang Ummi (tidak bisa membaca dan menulis) juga kepada keluarga dan para sahabatnya. Ya Allah sungguh aku berlindung kepada-Mu dari makhkuk jahat yang berbuat jahat, matanya menatap iri kepadaku, juga hatinya dengki kepadaku, apabila melihat kebaikan aku, ia memendamnya, apabila melihat keburukan aku ia menyebarkannya. Ya Allah sungguh aku berlindung kepada-Mu dari haru yang buruk, aku berlindung kepada-Mu dari malam yang buruk pula. Aku berlindung kepada-Mu dari waktu yang buruk, Aku berlindung kepada-Mu dari kawan yang jahat, Aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang jahat, di tempat aku tinggal. Semoga Allah limpahkan rahmat dan salam kepada penghulu kita Nabi Muhammad juga kepada keluarga dan para sahabatnya, amien.

Pustaka : Kitab Nihahatuzzen, Syekh Nawawi Al-Bantani hal. 67 dan hal 107.

ASAL USUL SHOLAT

Sholat Subuh

Sholat subuh dua raka’at nabinya Nabi Adam a.s. Ketika Nabi Adam ditunkan ke dunia adalah diwaktu malam. Ia dan Siti Hawa tidak diturunkan di satu tempat yang sama. Siti Hawa di Jiddah, sedangkan Nabi Adam di bukit Ruhun di pulai Sailan atau kini dinamakan Sailandra.

Setelah terbit matahari, Nabi Adam a.s. sujud syukur dua kali sujud ke hadirat Allah. Itulah sebabnya sholat subuh dua raka’at mengingati akan Nabi Adam a.s. sebagai orang yang pertama sujud di muka bumi. Maka disunahkan sholat Isyroq dua rakaat.

Satu kali sujud, karena telah hilang rasa takutnya sebab gelapnya malam dan satu kali sujud lagi karena syukur lantaran datangnya waktu siang.

Sholat Zuhur

Sholat zuhur empat raka’at ada hubungannya dengan peristiwa kurban zaman Nabi Ibrahim. Empat kali sujud dilakukan oleh Nabi Ibrahim dikarenakan, pertama, sujud pertama menyatakan syukur ke hadirat Allah, karena ia dan puteranya Ismail mampu menyelesaikan tugas berat dari Allah. Kedua, syukur atas ke hadirat Allah karena beliau tidak terperdaya oleh bujukan syetan. Ketiga, syukur ke hadirat Allah karena Ismail adalah putera yang sabar dan ia selamat tanpa luka apapun. Keempat, kurban itu kemudian diganti dengan seekor kibas.

Sholat Ashar

Sholat ashar ada hubungannya dengan sejarah Nabi Yunus a.s. Ketika Nabi Yunus berada di dalam perut ikan yang dapat dilakukannya hanyalah pasrah. Pada saat itu malaikat Jibril mengajarkan beliau mengucap zikrullah: “Laa ilaaha anta subhaanaka innii kuntu minazh zhoolimiin.” Artinya: “Tidak ada Tuhan kecuali Engkau, Maha suci Engkau, sesungguhnya aku daripada orang yang zhalim.”

Sujud pertama meyatakan syukur ke hadirat Allah atas karunia beliau sudah terlepas dari kegelapan pikiran sehingga beliau mendapat musibah ditelan ikan besar. Sujud kedua menyatakan syukur ke hadirat Allah sudah terlepas dari bahaya maut terkubur dalam perut ikan. Sujud ketiga menyatakan syukur ke hadirat Allah atas karunia-Nya sudah keluar dari dalam laut yang dalam. Sujud keempat menyatakan syukur ke hadirat Allah atas karunia yang mengerakkan seekor kambing betina memberi minum air susunya tiap hari sehingga kekuatan tubuhnya pulih kembali.

Sholat Maghrib

Sholat maghrib ada hubungannya dengan peristiwa Nabi Isa. Sujud pertama adalah ungkapan syukur ke hadirat Allah yang telah menyelamatkan ibunya dari tuduhan yang tidak benar, karena kemu’jizatan beliau. Sujud kedua, syukur kehadirat Allah yang telah menyelamatkan ibunya dari penganiayaan orang yahudi. Sujud ketiga adalah syukur ke hadirat Allah yang telah menyelamatkan dirinya dari penghianatan muridnya yang akan menangkapnya untuk diserahkan kepada raja Herodes dan akan dijatuhkan hukuman mati di palang kayu salib.

Di saat itu adalah waktu maghrib, beliau sujud tiga kali dan kemudian diangkat ke langit oleh Malaikat Jibril.

Sholat Isya

Sholat Isya ada hubungannya dengan riwayat Nabi Musa a.s. Sujud pertama sebagai ungkapan syukur karena Allah menyelamatkan beliau dari kejaran fir;aun. Sujud kedua sebagai ungkapan syukur karena Allah telah menolong beliau selama dalam perantauan di Madyan sampai beliau beristri puteri Nabi Syu’aib, selamat tidak kurang satu apapun. Sujud ketiga, sebagai ungkapan syukur kerena Allah telah memilih beliau sebagai nabi untuk menyelamatkan Bani Israil dari tindasan Fir’aun. Sujud keempat, sebagai ungkapan syukur karena Allah telah menerima permohonan beliau kakaknya Harun diangkat pula menjadi nabi.

Dari BERBAGAI SUMBER

Selasa, 28 Februari 2012

KHUSUS BUAT IKHWAN TQN

INSYAALLOH sangat membantu Latifah dalam setiap detakan jantung kita tuk selalu Dzikrulloh

SANGAT BERMANFAAT, SANGAT DIBUTUHKAN, SANGAT DINGINKAN

Silahkan Download filenya dengan cara klik kanan mouse, trus pilih save link as di sini , ketika keluar jendela save file, filenya berextensi .pdf (khofi1.pdf), sebelum disave, ".pdf " diganti dulu dengan ".rar ", jadi hasil filenya seperti ini (khofi1.rar), setelah beres didownload baru di extract !

atau ketika didownload belum sempat dirubah extensifilenya, tidak apa-apa ketika beres download filenya berextensi .pdf (khofi1.pdf), sebelum dibuka, ".pdf " diganti dulu dengan ".rar ", jadi hasil filenya seperti ini (khofi1.rar), setelah itu baru di extract !

Kalau Minta Pasword, coba masukan kalimat dzikir khofi yang telah ditalqinkan !!!

InsyaAlloh tidak bisa terbuka kalau belum talqin, kecuali orang-orang yang terpilih